Jumat, 24 Februari 2012

Complicated

Diposkan oleh Nirmala di 02.43
            Pernah terpikir bagaimana jika kita sebagai anak berselisih paham dengan orang tua?? Pernah hal itu terjadi pada dirimu? Jangan terlalu jauh, misalnya saja mengenai masalah pendidikan. Well, pada dasarnya setiap orang tua ingin yang terbaik buat anak mereka. Tapi “Yang terbaik” disini apakah benar-benar yang terbaik buat kita. Sekarang kita ambil contoh yang ada disekitar kita, atau bahkan yang kita alami sendiri. Mengenai pilihan jurusan masuk Universitas, tidak sedikit orang tua yang mengharuskan si “anak” untuk melanjutkan pendidikannya di tempat yang orang tua mereka inginkan, padahal kalau boleh jujur si anak merasa tidak respect dengan jurusan tersebut. Atau contoh lainnya, orang tua yang melarang anaknya untuk kuliah di luar kota tempat mereka tinggal, alasannya sudah pasti sama “Disana kamu akan tinggal sendiri, papa sama mama nggak yakin kamu bisa mandiri” atau “Lingkungan disana itu nggak bagus buat kamu, nanti kamu bukannya kuliah malah keliaran” bisa juga “Nak, biaya disana mahal, jadi lebih baik kuliah disini saja.” Ok, buat alasan yang terakhir tentu saja bisa kita maklumi, karena kondisi financial keluarga kita. Tapi untuk alasan yang pertama dan kedua? Siapa yang akan tahu bagaimana kita setelah menjalani kehidupan sendiri,, bagaimana bisa kita mandiri kalau orang tunya tidak memberi kepercayaan kepada kita untuk mandiri . kemudian, bagaimana mungkin mereka bisa menyimpulkan bahwa lingkungan disana “kurang baik” sementara kita tidak tahu kondisi spesifiknya seperti apa. Mereka mungkin hanya mendengar dari orang lain atau kabar burung.
            Nah, permasalahan lainnya juga ada, sehubungan dengan kuliah. Yang ini mungkin kebalikan dari yang diatas. Si anak yang merasa bahwa ia tidak sanggup untuk kuliah keluar kota, eh malah disuruh untuk mangambil jurusan yang letaknya bermil-mil dari kota mereka. Katanya, “Disana pendidikannya bagus”, atau “Kamu bisa dapat pengalaman yang banyak disana” dan bla bla bla. Maksudnya orang tua sih baik, tapi kan semuanya kembali ke kita, kita yang akan jalani itu, kita yang mau kuliah. Kalau nantinya kita maksain diri untuk kuliah di tempat yang orang tua inginkan, terus ternyata kita tidak mampu beradaptasi dengan baik yang akhirnya berdampak negative bagi hasil pendidikan kita, malah nantinya rugi kan? Bukankah lebih baik, kita kuliah di tempat yang kita inginkan daripada ditempat yang bagus tapi bukan yang kita inginkan.
            Masalah lain yang cukup rumit adalah perbedaan keinginan jurusan antara orang tua dan anak. Masalah yang ini bukan masalah tempat yang jauh atau dekat. Dalam kasus ini, jarak bukan menjadi persoalan penting. Maksudnya gini, kita inginkan kuliah di jurusan Psikologi misalnya. Tapi, orang tua ngelarang, katanya “Nanti kamu nggak sanggup, Psikologi itu susah, mending di jurusan ini saja” atau “Nak, prospek kerjanya itu jarang, kamu nantinya mau kerja di Rumah Sakit Jiwa apa?” dan alasan lain yang bikin pusing. Nah loh, kita yang kuliah kok, kita yang mau belajar, jadi susah dan derita bakalan kita tanggung dong. Tetap sih itu demi kebaikan kita, tapi coba bayangin kalau kita ambil jurusan yang mereka inginkan terus karena memang dari awal bukan minat kita dan parahnya ternyata bakat kita juga bukan disana, apa yang terjadi? Kita mungkin akan ninggalin kampus sebelum sempat memakai Toga wisuda dan jabat tangan sama Rektor. Jadi bukannya yang bagus itu kita kuliah, kita jalani dengan baik, dapat nilai yang baik, lulus dengan cepat terus cari kerja. Setiap jurusan dibuka berarti akan ada prospek kerjanya kan? Jadi nggak perlu takut soal itu. So guys, apapun yang terjadi sama kalian saat ini, juga dialami oleh anak-anak yang lain termasuk saya. Baik masalah yang diatas atau masalah lain yang sepele atau malah lebih rumit. Tapi bukan itu masalah terbesarnya. Masalah terbesarnya adalah mampukah kita menyelesaikan masalah itu dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua agar jalan keluar terbaik dapat dicapai.. So, selamat berjuang.. OK..
See you…J

0 komentar:

 

Cuap-Cuap Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea